Sabtu, 08 Oktober 2016

Tiga Stadion di Depok akan Direnovasi


Wali Kota Depok Mohammad Idris resmi membuka Pergelaran Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di Lapangan Merpati, Jum’at (7/10/2016). (Foto : Nita/Diskominfo)


depok.go.id – Wali Kota Depok Mohammad Idris resmi membuka Pergelaran Liga Pendidikan Indonesia (LPI) bagi seluruh pelajar di Kota Depok. Kegiatan ini diselenggarakan guna mengembangkan minat dan bakat para pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Depok.

Selain itu, acara ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kegiatan yang positif di luar dari rutinitas sekolah yang mereka hadapi sehari-hari. Antusiasme para pelajar dalam mengikuti pergelaran ini sangat tergambar dari semangat para peserta lomba yang mengikuti LPI.

“Melihat antusiasme peserta dalam LPI ini, kami Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana untuk merenovasi tiga stadion di Kota Depok, tak lain untuk memfasilitasi mereka,” tutur Wali Kota usai membuka kegiatan LPI, di Lapangan Merpati, Jum’at (7/10/2016).

Adapun beberapa lapangan yang dijanjikan akan direnovasi di Kota Depok yakni, Stadion Merpati, Stadion Mahakam dan Stadion Sukatani. Hal ini, bertujuan untuk memberikan semangat kepada masyarakat khususnya pengguna stadion dalam melahirkan bibit yang lebih unggul dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Kota Depok Agus Suherman mengatakan, pemenang kompetisi yang digelar Disporaparsenbud Kota Depok itu akan menerima piala bergilir Wali Kota Depok dan diberikan medali serta uang pembinaan sebesar Rp10 juta untuk Juara Satu, Juara Dua mendapatkan uang pembinaan Rp7,5 juta, Rp5 juta untuk juara ketiga, serta diberikan piala tetap, dan medali.

“Liga ini merupakan sarana bagi pelajar di bidang olahraga di Kota Depok, sebagai media untuk memupuk dan memelihara serta menggalang persatuan dan kesatuan di Kota Depok. Semoga dengan kembali diadakanya LPI akan melahirkan atlet terbaik yang mampu membawa nama baik pula bagi Kota Depok,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Siti Rahma dan Yulia Shoim

Diskominfo

sumber : http://www.depok.go.id

Kamis, 06 Oktober 2016

Lahan Kebun Belimbing Di Kota Depok Terancam Punah

sumber : www.islampos.com
IRONIS,  ikon Kota Depok yang selama ini dikenal dengan Kota Belimbing, kini sangat memperihatinkan, tak sesuai dengan realitanya. Dalam kurun terakhir, kebun belimbing di Depok kian menyusut alias berkurang, tergerus dengan pembangunan perumahan dan hadirnya rumah kontarakan, baik yang dibangun oleh pihak developer maupun pribadi.

Di wilayah Kali Licin, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, misalnya, sudah beberapa lahan kebun Belimbing yang sedang atau telah disulap menjadi perumahan maupun rumah kontrakan.

Bang Husin, salah satu petani belimbing di Kelurahan Rangkapan Jaya yang ditemui di kebun belimbingnya mengakui, terjadi penyusutan lahan belimbing di Kecamatan Pancoran Mas. Lahan belimbing telah berubah fungsinya menjadi pemukiman dan rumah kontrakan.

Husin tak menampik, jika tak sedikit petani belimbing yang telah menjual tanahnya untuk kebutuhan hidupnya. Ada juga yang membangun rumah untuk anak-anaknya, dan mendirikan rumah kontrakan.

“Bukan tidak mungkin, lahan belimbing terancam habis. Saat ini kebun belimbing memang jauh berkurang. Selain di Pancoran Mas, kebun belimbing yang masih bertahan ada di wilayah Pasir Putih, Bedahan, dan Perigi. Harusnya pemerintah memperhatikan hal ini, menyelamatkan petani belimbing,” ujar Husin

Diakui Husin, petani belimbing yang menjual tanahnya karena tergiur oleh harga tanah yang tinggi. Itulah sebabnya, sudah beberapa petani melepas kebun belimbingnya untuk disulap menjadi pemukiman perumahan.  Ketika ditanya, lebih enak mana, punya kebun belimbing atau rumah kontrakan? Husin jujur menjawab, “Lebih enak  punya kontrakan, resikonya kecil. Sedangkan belimbing butuh modal besar.”

Lahan Belimbing Menyusut

Sebagai catatan, Kota Depok terbentuk pada tahun 1999 berdasarkan UU No.15 Tahun 1999, dengan luas wilayah 20029 m², Meliputi 6 Kecamatan : Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Limo, Sawangan, Cimanggis. Salah satu potensi pertanian yang cukup potensial adalah tanaman Belimbing. Sebutan Depok sebagai Kota Belimbing telah ada sejak tahun 2007.

Jika sebelumnya, ada sekitar 600 petani belimbing yang tersebar di enam kecamatan, kini mulai berkurang. Setiap petani rata-rata memiliki luas lahan 500 meter persegi sampai 3 hektar. Setiap 500 meter lahan dapat ditanami 16 hingga 20 pohon belimbing.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok tak menampik bahwa keberadaan lahan belimbing semakin menyusut. Banyak peralihan fungsi lahan pertanian belimbing, berganti dengan pesatnya pembangunan perumahan di Depok. Saat ini luas lahan pertanian semakin berkurang.

Masih dalam catatan Dinas Pertanian dan Perternakan  Kota Depok, lahan pertanian untuk Belimbing tahun 2010 seluas 128 hektar, 2011 turun menjadi 115 hektare, 2012 menjadi 105 hektare dan 2013 sampai awal tahun 2014 hanya tinggal 96 hektar.

Kurun waktu lima tahun terakhir 36 hektar lahan belimbing lenyap dan beralih fungsi menjadi pemukiman. Selain terjadi penyusutan lahan, jumlah kelompok tani yang sebelumnya berjumlah 31 kelompok pada 2010, kini tinggal 18 kelompok tani belimbing, yang beranggotakan 675 orang yang masih aktif.

Pemerintah Kota Depok mengaku berupaya memproteksi potensi unggulan lokal seperti belimbing Depok. Salah satunya dengan memasukan lahan belimbing yang tersisa ke dalam ruang terbuka hijau yang sudah masuk ke peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Depok.

Ketua Asosiasi Belimbing Depok, Nanang Yusup pernah menyatakan miris melihat Pemerintah Kota Depok (ketika dipimpin Nurmahmudi Ismail) seakan menutup mata dengan situasi ini. Petani belimbing Dewa di Depok, seakan berjalan sendiri.

Ia menilai pemerintah belum pro ke petani belimbing, pembinaan pun sangat minim. “Padahal sudah dijadikan ikon kota. Tapi tidak ada keberpihakan kepada para petani yang hampir semuanya warga Depok,” kata Nanang. (Desastian/Islampos)

sumber : islampos.com

Rabu, 05 Oktober 2016

Ciptakan Lingkungan Bersih, BLH Depok Intensif Sosialisasikan Pengolahan Sampah

  
Ciptakan Lingkungan Bersih, BLH Depok Intensif Sosialisasikan Pengolahan Sampah
KatarNews –Seperti dilansir depok.go.id, Lingkungan bersih, hijau, dan sehat merupakan kebutuhan semua orang. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, maka kita akan lebih nyaman dalam menjalani segala aktivitas sehari-hari. Selain itu, lingkungan hijau akan menciptakan ketenangan hati dan pikiran serta memberikan efek nyaman bagi mata.

“Demi terwujudnya hal tersebut, bisa dimulai dari dari pengolahan sampah yang baik agar kawasan sekitar kita bisa lebih lestari,” ujar Pelaksana Pemberdayaan dan Konservasi Alam Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Maman Suparman, Jumat (30/9/2016).

Dirinya menambahkan, saat ini BLH tengah gencar sosialisasi terkait pengolahan dan pemilahan sampah di tiap Kecamatan dan Kelurahan. Setiap minggu, BLH setidaknya mengunjungi satu atau lebih Kecamatan atau Kelurahan untuk mengedukasi masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan dengan mengolah dan memilah sampah.

“Tiap minimal seminggu sekali kami rutin datangi kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pencerahan pada warga agar mulai mengolah dan memilah sampah mulai dari rumah tangganya masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa di Kota Depok untuk tata kelola sampah dibagi menjadi beberapa bagian. Adapun yang pertama adalah pemilahan, harus ada minimal tiga tempat sampah untuk dipilah yaitu sampah organik, an-organik, dan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Kedua adalah pengumpulan, sampah rumah tangga tidak boleh dibuang menggunakan plastik kresek. Ketiga adalah pengangkutan, dan yang terakhir ialah pengolahan.

“Dengan tata kelola sampah yang baik tentu akan menjadikan Kota Bersih dan Hijau,” tutupnya.

sumber : depoknews